Terapi Sang Nabi Dalam Menyembuhkan Demam



Dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim, dituturkan hadis riwayat Nafi’ dari Ibnu Umar bahwasannya Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya demam atau demam yang berat(akut) itu berasal uap api jahanam,maka dinginkan demam dengan air”

Rasulullah apabila terkena demam, beliau minta diambilkan qirbah (kantong air yang terbuat dari kulit).
Rasulullah memakai air untuk mengguyur kepalanya, kemudian beliau mandi. Dalam kitab Sunan dituturkan Hadis riwayat Abu Hurairah. Ia menandaslan,
“Tatkala, ada salah seorang sahabat yang menyebut-nyebut demam di hadapan Rasulullah, ada sahabat lain yang mengecam keras penyakit demam. Rasulullah bersabda,
“Jangan menista demam. Sebab demam dapat menghapus dosa, sebagaimana api dapat melenyapkan karat besi”

Khasiat Bawang



Thibbun Nabawi Bawang


Khasiat Bawang Merah

Dalam sunan-nya, Abu Dawud meriwayatkan hadist dari Aisyah.RA bahwa ia pernah ditanya tentang bawang merah. Maka ia menjawab, “Sesungguhnya makanan terakhir yang dimakan Rasulullah SAW didalamnya ada bawang merah”1
Ditegaskan dalam Ash-Shahihain sebuah hadist yang menyebutkan bahwa Rasulullah melarang orang yang memakan bawang merah untuk masuk masjid.2
Bawang merah mempunyai sifat panas pada tingkat ketiga. Ia mempunyai kelembaban tambahan yang bermanfaat untuk perubahan air, mencegah bau racun, memecahkan nafsu syahwat, memperkuat lambung, menggerakkan ingatan, menambah sperma, membuat indah warna, menghenikan dahak berlendir, dan membersihkan lambung. Benihnya menghilangkan penyakit kulit berwarna putih karena kehilangan pigmen. Dapat digosokkan untuk mengobati penyakit kulit dan sangat bermanfaat. Apabila dicampur dengan garam, maka dapat menghilangkan kutil. Jika dihirup orang yang minum obat untuk mengobati mual-mual, maka dapat mencegah muntah dan mual, serta menghilangkan bau obat tersebut. Apabila dihirup dengan airnya maka dapat menenangkan sakit kepala.

Musuh-Musuh Manusia



Oleh
Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Al Jibrin
Kita memahami, bahwa Allah Azza wa Jalla menciptakan fitrah atas diri manusia, yaitu bisa mengetahui dan mengenal kebenaran, serta menjauhi dan menghindari kebathilan. Akan tetapi, meskipun fithrah manusia itu sudah disiapkan dan memiliki kemampuan untuk mengetahui yang haq dan yang bathil, namun bukan berarti untuk mengamalkan al haq ataupun menghindari yang bathil itu mudah.

Ada rintangan dan hambatan yang menjadi ujian. Ada musuh yang selalu menghalangi dari jalan al haq. Dan sebaliknya ada musuh yang selalu berusaha membimbing ke arah yang bathil.
Musuh-musuh ini memberikan gambaran tentang kebenaran dan kebathilan. Al haq, yang semestinya indah, menjanjikan kebaikan dan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, digambarkan oleh musuh manusia sebagai sesuatu yang menakutkan dan menyusahkan.

Sebaliknya yang bathil, yang mestinya menjijikkan dan berujung pada penderitaan, digambarkan oleh musuh manusia sebagai keindahan nan menyenangkan. Akhirnya banyak orang yang terpedaya, meninggalkan jalan yang benar dan mengikuti jalan yang bathil, iyadzan billah.
Karenanya, wahai saudara-saudaraku, rahimanillahu wa iyyakum ajma’in, kita perlu mengetahui musuh-musuh itu, agar dapat bersikap. Musuh tetaplah musuh, bukan sebagai teman, apalagi sebagai pembimbing. Siapakah musuh-musuh yang selalu berusaha mengajak manusia kepada perbuatan batil dan keliru? 

Definisi Sihir : Sihir Menuurt Bahasa, Sihir Menurut Syari'at



Oleh
Wahid bin Abdissalam Baali

[A]. Sihir Menurut Bahasa.
Al-Laits mengatakan, Sihir adalah suatu perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada syaitan dengan bantuannya. Al-Azhari mengemukakan, Dasar pokok sihir adalah memalingkan sesuatu dari hakikat yang sebenarnya kepada yang lainnya [1]. 
Ibnu Manzur berkata : Seakan-akan tukang sihir memperlihatkan kebathilan dalam wujud kebenaran dan menggambarkan sesuatu tidak seperti hakikat yang sebenarnya. Dengan demikian, dia telah menyihir sesuatu dari hakikat yang sebenarnya atau memalingkannya.[2]
Syamir meriwayatkan dari Ibnu Aisyah, dia mengatakan : Orang Arab menyebut sihir itu dengan kata as-Sihr karena ia menghilangkan kesehatan menjadi sakit. [3]
Ibnu Faris [4] mengemukakan, Sihir berarti menampakkan kebathilan dalam wujud kebenaran. [5] 
Di dalam kitab Al Mu'jamul Wasiith disebutkan : Sihir adalah sesuatu yang dilakukan secara lembut dan sangat terselubung. [6] 
Sedangkan didalam kitab Muhiithul Muhiith disebutkan, Sihir adalah tindakan memperlihatkan sesuatu dengan penampilan yang paling bagus, sehingga bisa menipu manusia. [7]